Rabu, 24 Maret 2010

Sejarah SDIT Ar-Rahmah

SDIT Ar Rahmah dalam kilasan sejarah

Apa ukuran keberhasilan sebuah sekolah? Seorang penulis buku pernah mengatakan sekolah yang baik adalah sekolah yang membuat anak-anak senang ke sana. Inilah yang terjadi di SDIT Ar Rahmah. Murid-muridnya merasa senang ke sekolah. Bahkan ada orangtua yang harus melarang anaknya ke sekolah karena sakit. Tapi anaknya ngotot ke sekolah. “ Bu tolong titip Ainun. Sebenarnya dia sakit tapi dia maksa ke sekolah” kata bu Nuraeni

Seperti apakah SDIT Ar Rahmah, magic apa yang dipakainya sampai murid-muridnya tersihir senang ke sekolah? SDIT Ar Rahmah adalah sebuah sekolah yang menerapkan integrasi nilai keislaman dalam semua pembelajarannya. Islam diajarkan tidak harus dalam sebuah pelajaran yang terpisah tetapi dalam semua aspek kehidupan. Mulai dari berpakaian, berbicara dan bertingkah laku, murid-murid diharapkan mengacu pada ajaran yang dibawa NAbi Muhammad SAW.

Sekolah ini tidaklah langsung ada. Sekolah ini lahir dari keprihatinan pengurus Yayasan Ar Rahmah, Ramli Mansyur SE, Ak, Winarso Ak, Syakroni, Dipl.Rad dan Hasan Hamido, S.Pd. Mereka prihatin dengan praktek pendidikan yang kurang mengintegrasikan nilai positif (Islamic Value). Dari keperihatinan itu muncullah pertemuan yang kemudian berkembang menjadi pertemuan dengan para calon guru (Pak Hasan Hamido, Pak Husen, Bu Masyita, Bu Oda’. Alhasil, mereka menemukan kata sepakat, bentuk sekolah islam.

Akhirnya, hari itu, 9 Juli 2001 mulailah beroperasi sebuah sekolah dengan nama Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar Rahmah. Awala mula sekolah ini mengontrak sebuah rumah toko (ruko) di kompleks Pusat Niaga Daya (PND) Makassar Sulsel. Alhamdulillah, sekolah ini langsung mendapat respon yang positif. Sekolah ini langsung menerima murid dari kelas I sampai kelas V. Tercatat tahun itu, jumlah murid saat itu sebanyak 62 orang.

Jumlah guru saat itu 14 orang (Pak Hasan Hamido (kepala sekolah), Pak Husen, Bu Masita, Bu Raudhatul Jannah (Oda), Bu Tita Yunita Sari, Bu Tuti Herawati, Bu Devi Santi Erawati (sekarang aleg Sulsel), Bu Wardah, Bu Fenny, Pak Takdir Syafruddin, Bu Rosnani, Bu Nurbania, Pak Muharram Jaya, dan Masrudi

Hadirnya sekolah ini ternyata mendapat respon positif masyarakat sekitar. Pada tahun kedua, lokasi lama sudah tak cukup lagi menampung jumlah murid yang semakin bertambah. Betapa beruntungnya, ketika mencari lokasi di perumahan dosen Unhas Tamalanrea, sekolah ini diberi kesempatan menyewa di kompleks masjid Al Ikhlas selama 3 tahun.

Ternyata manfaat SDIT ini dirasakan oleh para orangtua yang juga dosen di Unhas ini, maka para orangtua murid (POMG: persatuan orangtua murid dan guru) yang diketuai oleh Bapak Ir. H. Muhammad meminta untuk bertemu dengan pengurus Masjid Al Ikhlas. Walhasil, dibentuklah sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Iqro’ Tamalanrea yang merupakan gabungan antara pengurus Yayasan Ar Rahmah dengan Yayasan Masjid Al Ikhlas. Akhir Juni 2002 ditandatanganilah sebuah kesepakatan dan yang menjadi ketua yayasan adalah drg. Zulkifli Abdullah, M.Kes

Sekolah ini pun resmi terdaftar di Dinas Pendidikan Kota Makassar dengan izin operasional sekolah dengan nomor statistis sekolah (NSS): 101196014029 yang kemudian berubah pada tahun 2008, NSS: 102196013434.

SDIT Ar-Rahmah semakin berkembang. Kini, SDIT Ar Rahmah sudah memiliki gedung sendiri, laboratorum komputer dan jumlah kelasnya sudah sebanyak 12 kelas (1 level terdiri dari 2 kelas) dengan guru berjumlah 28 dan murid 343 orang. Sekarang sekolah ini menjadi salah satu sekolah unggulan di Makassar.

1 komentar:

  1. Alhamdulillah kami bersyukur dengan perkembangan SDIT Ar-Rahmah sekarang, semoga terus maju.....maju.....dan maju terus. (Guru SDIT Ar-Rahmah th 2001-2006, Husen dan Nurbania di Takalar)

    BalasHapus